Jumat, 09 April 2010

seandainyaaa

Satu bagian lamunan yang penuh makna, untukmu…

SEANDAINYA RASULULLAH KE RUMAH KITA

Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan izin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita… Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan masuk ke ruang tamu.

Beliau tentu tersenyum………

Barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang, poster band papan atas, poster artis pujaan, poster sponge bob, poster naruto yang kita pajang, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.

Beliau tentu tetap tersenyum……..

Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat bahwa kita lebih hafal lagu – lagu barat daripada menghafal sholawat. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai.

Beliau tentu tersenyum………..

Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan para sahabatnya tetapi hafal diluar kepala nama-nama teman-teman naruto, teman-teman sponge bob dan pemain film dan sinetron kesayangan kita. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang shalat. Barangkali kita teringat bahwa kita yang perempuan tidak memiliki pakaian yang pantas untuk berhadapan dengan Rasulullah SAW.

Betapa senyum beliau masih ada di situ………..

Maafkan kami ya Rasulullah…….
Masihkah beliau tersenyum?
Senyum pilu, senyum sedih, dan senyum getir………..
Oh,, betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah……
Masih pantaskah kita mengatakan bahwa kita umatnya???

Tidak ada komentar: